
The Beginning
Lagu berjudul Hot Sauce dari boy grup Seven Dreamer terputar keras dari kamar perempuan berusia 23 tahun itu. Seven dreamer, boy grup yang terdiri dari 7 member generasi millenial yang sudah debut dari 5 tahun lalu, saat ini sedang di gandrung i oleh para kaum millenial apalagi kaum hawa, termasuk Aileen sendiri. Tidak ada alasan untuk tidak menyukai boy grup ini, selain karena mereka tampan dan bertalenta, juga karena lagu-lagu yang dibawakan oleh mereka sangat mudah dan enak untuk masuk ke indra pendengaran. Jika ditanya siapa biasnya ? Maka aileen akan dengan semangat dan lantang menjawab, “MARCELLL,” si leader group kelahiran Kanada.
Hot sauce gipi dip that eh
Nal ttara neon twist that eh
Hot sauce taoreul ttae ooh
Immatdaero golla ma dish
“AILEEENNNNN.... AIIIII... BUKA PINTUNYAAAA”
“AILEEENNNNNNNN”
“AIIIIIIIIII.....”
Ditengah-tengah menghayati dan ikut melakukan gerakan 'aduk-aduk' Hot Sauce, dari luar terdengar suara cempreng menggelgar disertai gedoran dashyat di pintu kamarnya. 'Tu anak manggilin heboh bener' batinnya, Aileen sudah paham betul siapa itu hanya dari suara teriakannya. Dengan langkah santai, daksanya mendekat dan meraih gagang pintu. Disitu berdiri sesosok perempuan sebayanya dengan tangan bersedekap dan tatapan jengkel bukan main, Freya Humeera sahabat karibnya sedari jaman Sekolah Dasar. Dilihat dari wajahnya, maka setelah ini dapat dipastikan sahabatnya itu akan–
“Lu ngapain sik pagi pagi nyalain speaker kenceng bener kayak orang kondangan?! Dipanggil-panggil diketok-ketok sampek ga denger, habis ni suara gue?!” –mengeluarkan kemampuan mengomelnya. (Tenang, Aileen sudah terbiasa kok dengan omelan sahabat karibnya itu. Jadi mau selama apapun Freya mengomel telinganya tidak akan terasa panas.)
“Ya maap, kan gue pengen menikmati minggu pagi yang cerah dengan suara indah mereka sekalian naikin good mood. Lagian tumben pakek ketok pintu segala biasanya asal nyelonong masuk ga pakek salam ga pakek pemberitahuan kayak tuyul.”
“Tuyul lu bilang ?! Cantik begini lu bilang gue tuyul ?! Wah tega bener lu sama temen sendiri, sakit hati gue Aii. Lagian salah mulu gue, nyelonong masuk diomelin pakek sopan santun ketok pintu dulu di tumbenin.”
“Dah lah serah lu Frey, by the way kesambet apa pagi-pagi udah kesini biasanya masih nempel dikasur ?”
“Amnesia lu ? hari ini pengumuman beasiswa S2 Neo Academy bego.”
“Lah ? Bukannya masih minggu depan ?”
“Bego beneran ternyata, gemes banget gue sama lo. Diliat noh kalender yang udah lu tandain gede-gede sama dokumen aplikasi yang lu kirim. tanggal pengumumannya itu hari ini saudari Valerie Aileen . Makanya gue kesini pagi-pagi biar buka pengumumannya bareng sama lo.”
“Eh beneran ? Jam berapa pengumumannya ? Jam 10 kan ? Bentar gue mandi dulu bentarr.”
“Pantesan, kamar ni baunya kayak bunga bakung, asalnya dari lu ternyata.”
“Bodo amat.”
___
“Udah log-in ke websitenya kan lo Frey ?”
“Udah, aduh dag dig dug banget gueee.”
“Dihitungan ke 3 ya, pencet bareng-bareng tombol ceknya.”
“Satu…”
“Dua…”
“Tiga…”
”....”
”....”
“AAAAAAAA GUE LOLOS FREYYY”
“AAAA GUEE JUGAAA LOLOSSS”
Begitulah teriakan histeris yang keluar dari keduanya, kemudian disusul dengan pelukan ala-ala teletubbies.
“Gimana dek ? lolos aplikasi beasiswanya ?” Sesosok wanita paling cantik dan paling aileen sayang tiba-tiba berdiri di belakang pintu sembari tersenyum teduh melihat keduanya. Iya, itu bunda.
“Eh bunda, iyaaa bund Aii lolos ini bundd huhuhu”
“Alhamdulillah, terus dek Freya gimana? Lolos juga kan ?”
“Iya dong mii, Freya gitu loh urusan gini mah kecil.”
“Alah lagak lu sok iye benerrr.”
“Sudah-sudah kalian ini kalau ketemu kayak Tom and Jerry kalau ga ketemu nangis-nangis. Habis ini turun kebawah ya, kita makan besar sekalian ngerayain. Oke ?”
“Siap mamiku cantik.”
Sekedar informasi, freya memang lengket dengan Bunda sedari dulu dan 'mami cantik' adalah panggilan khusus yang diberikan Freya kepada Bunda, Bunda tentu tidak keberatan dan senang sekali setiap Freya mampir kerumah. Alasannya sederhana, Freya itu selalu ceria dan cerewet ketika bertemu dengan Bunda. Apa saja bisa dibicarakan dari a-z, berbeda dengan Aileen yang cenderung memfilter topik yang akan diceritakan dengan Bunda. Bukan, bukannya Aileen tidak mau bercerita, hanya saja terkadang dia merasa itu bukan hal yang terlalu penting untuk dibahas dengan Bunda.
“Aaaa kita ke Korea Linnnn”
“Akhirnya wish list kita berdua kesampaian huhuhu”
Perasaan bahagia dan excited membuncah dihati keduanya, tidak sabar merasakan bagaimana serunya berkuliah di luar negeri.
'Pasti seru'