Kejadian di Balik Layar

Kejadian di Balik Layar

Suasana hening dan mencekam menyergap ruang tamu apartemen member Seven Dreamer saat ini, mereka semua sudah duduk di sofa dengan keenamnya mengarahkan tatapan menuntut menanti penjelasan dari Marcel. Sementara yang ditatap hanya bisa memperlihatkan wajah memelas dengan perasaan was-was, walaupun kejadian yang dilakukannya tadi bukanlah hal yang dapat menimbulkan permasalahan-menurut Marcel-tapi tetap saja ia merasa takut. Pasalnya, jika sudah dalam mode serius dan interogasi seperti ini, adik-adiknya benar-benar menyeramkan. Marcel sudah memasrahkan diri akan diadili seperti apa dia dan hanya bisa berharap semoga ia tidak akan dipanggang di atas kompor Nathan.

“Jadi, ada alasan apa bang lo tiba-tiba bales tweet dari fans. Padahal biasanya lo bales kalo pas lagi menpa aja. Dan berdasarkan yang dibilang Ilo di grup chat tadi, kayaknya ada maksud terselubung disini.” Marcel sebenarnya bingung harus menjelaskan seperti apa, haruskah dia jujur atau berbohong, tapi jika dia berbohong rasanya juga percuma. Mereka sudah hidup bersama selama bertahun-tahun, jadi tidak ada yang bisa disembunyikan. Dengan merapalkan doa dan harap-harap cemas, berharap dia tidak akan salah memberi jawaban. “Namanya Aileen, dia baru pertama kali fansign sama gua tadi. Sebenernya nggak ada yang spesial, kita cuma ngobrol hal-hal ringan pada umumnya kok. Tapi memang waktu fansign sama dia rasanya beda, ga tau kenapa.” Itu benar adanya, entah kenapa Marcel merasakan ada yang berbeda dari Aileen walaupun mereka baru pertama kali bertemu.

“Apa mungkin, lo bisa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama bang ?”

“Kayaknya enggak sih, cuman first impression sama auranya dia beda aja, warm and positif ? Maybe ? I'm not sure, tapi itu yang gua rasain tadi”

“Terus lo bisa ketemu twitternya dari mana ? Kan ada beribu-ribu tweet fans yang ngetag akun official hari ini. Nggak mungkin kan lo scroll cari satu-satu bang ?” Jackpot! Reynard berhasil melesatkan pertanyaan yang paling dihindari oleh Marcel. Bingung harus menjelaskan darimana, ia hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum bodoh karena merasa tertangkap basah.

“Hehe…gua jelasin tapi jangan dimarahin ya ? please ?”

“Tergantung” Serempak mereka berenam menjawab, sudah kepo tingkat dewa dan merasa gregetan dengan tingkah Marcel.

“Jadii…tadi habis fansign…. Gua… ke ruangan-“

“OH ABANG KE RUANGAN STAFF BUAT NYURI DATA DIEM-DIEM YA?!” Telak, kalah telak. Marcel hanya bisa diam membeku memperhatikan reaksi mereka, setelah usahanya untuk menjelaskan dipotong oleh Ceilo dengan fakta yang 100% valid kebenarannya. Sebenarnya Ceilo sudah menduga akan seperti itu kejadiannya, darimana Marcel bisa mendapat username fans kalau bukan dari data yang disimpan oleh staff ? Dia hanya menunggu Marcel berkata jujur saja.

Sementara ke lima manusia lainnya hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala heran, mengetahui seperti itu kejadiannya. (kalau dijabarkan dalam kalimat mungkin mereka akan mengatakan “yaampun abang gua ada-ada aja tingkahnya” “ternyata dia bisa kayak gitu juga ya” “bibit-bibit bucin ini mah, fix” dan lain sebagainya)

“Bang lu tahu kan itu ga boleh ?”

“Iya tahu, gua tahu kalau kayak gitu salah dan gua minta maaf.  Gua gatau harus gimana, Aileen bener bener bikin gua pengen kenal dia.”

“Terus habis ini lu mau gimana bang ? Mau langsung nge-imess orangnya ? Mau langsung pdkt ?”

“Nggak lah, gila aja gua kalau mau langsung pdkt. Gua masih sekedar pengen kenal dulu, siapa tahu bisa jadi temen, kan ?”

“Cih, ga percaya gua sama ‘nanti jadi temen’, paling juga bakalan jadi bucin sejati” celetuk Hayza dengan wajah yang julidable sekali dan disetujui oleh keenam yang lain. Karena menurut mereka, tidak mungkin seorang Marcel mau repot-repot mencuri data hanya untuk sekedar menjadi teman, kalau memang mau jadi teman tunggu saja di fansign berikutnya pasti akan bertemu.

“Saran gua kalo lo emang mau ngedeketin dia, hati-hati aja deh bang tau sendiri sasaeng kayak gimana. Terus konsultasi juga ke manajer Hyung, biar nanti kalo ada apa-apa bisa teratasi”

“Oke Ken tenang aja, jadi udah clear belom nih ?” ‘please udah pleaseeee’ teriak Marcel dari dalam hati, kepalanya sudah pening bukan main ingin segera melarikan diri dari sesi interogasi ini.

“Udah, tapi awas aja lo kalo sampek aneh-aneh lagi.”

“Yes! Nggak, nggak lagi gua aneh-aneh. Udah ya gua mau ke kamar, love you guys” Daksanya pun langsung melesat menuju ke kamar dan mengunci pintu dari dalam, takut – takut jikalau nanti ada sesi interogasi yang kedua. Membayangkannya saja langsung membuat Marcel bergidik ngeri.


Setelah membersihkan diri dan berbaring nyaman di kasurnya, kegiatan yang sedang dilakukan Marcel adalah merenung memandangi langit-langit kamarnya sembari senyum-senyum sendiri. Mengingat-ingat kejadian sore ini mulai dari fansign dengan Aileen hingga kenekatannya mencuri data Aileen, ia merasa itu bukan dirinya, tapi jelas-jelas dengan keadaan sadar sepenuhnya dia melakukannya. Tapi ah sudahlah, lupakan saja, toh sudah terjadi. Maka yang memenuhi kepalanya saat ini sudah berganti mengenai Aileen, ucapannya kepada Aileen mengenai mereka berdua yang harus bisa sering-sering bertemu setelah Aileen datang ke Korea bukan hanya sebuah kalimat, Marcel bersungguh-sungguh saat mengatakan itu tadi. Belum tahu maksud bertemu disini bertemu yang seperti apa dan bagaimana, tapi pada intinya Marcel ingin sering-sering  melihat Aileen. Maka setelahnya ia langsung membuka handphonenya, menuju sosial media dengan logo burung biru itu, dan menulis username Aileen di kolom pencarian. Marcel pandangi foto profil yang terpampang disana.

‘cantik’ batinnya

Tidak ada salahnya kan memuji ? lagipula itu merupakan fakta. Bahkan Ceilo pun juga mengakui Aileen cantik-di grup chat tadi sore-jadi jangan berpikir kemana-mana terlebih dahulu. Aha! tiba-tiba muncul lampu ide di atas kepalanya, kira–kira jika dia mengirim direct messages ke Aileen, bagaimana reaksi dan respon perempuan itu ? apakah akan kaget dan langsung percaya atau akan mencemooh Marcel, mengatakan bahwa Marcel hanya orang asing yang mengaku-ngaku menjadi Marcel ? Ia jadi penasaran, jadi mari cari tahu.

‘hihihihi bakalan lucu nanti kalo dia ga percaya gua asli Marcel’